The Language of Love
🍁Selamat bermain peran🍁
Setiap anak terlahir di muka bumi ingin mendapatkan Ayah-Ibu yang mampu menyayanginya dan mengasihinya sepenuh hati (termasuk aku atau kalian).
Namun, bagaimana bila ia tak pernah ada menyinari hari-hari itu dalam hidupmu?
Kisah ini membentur di keningku, berhari-hari tumpah ruah air mataku. Ini bukan aku, tapi ada di dekatku atau di depan kalian. Entahlah, mengapa tangis tidak berhenti melawan ego?.
Hari itu begitu abu-abu setiap detiknya, aku hanya bisa menatap samar. Memandang sekeliling dengan isak yang berirama sendu.
Terluka. Sebagai seorang anak bukankah sudah selayaknya cinta itu hak miliknya?. Namun bagaimana jika saat ia membuka mata pertama kali, dua manusia yang selayaknya ada bagai dua makhluk asing.
Dua manusia ini yang aku anggap percuma ketika ia menangis walau sampai sesegukan sekalipun. Tak ada yang ingin berpihak kepadanya bahkan orang tuanya. Dan kisah ini bermetamorfosis di kalbuku pada 2 tahun lalu.
Dukanya memang perih dan pedih, aku tau tak akan ada orang tua yang mau gagal mendidik anak-anaknya. Sampai begitulah satu manusia terbuang karena keegoisan dua manusia.
Bukan letak kesalahan siapa?, tapi seharusnya menerima. Masalah runyam karena tak ada yang mau menerima kenyataan ini. Harus aku akui peran orang tua amat berat sepanjang hidup. Lalu pantaskah ia membiarkan satu manusia tidak berdosa terbuang begitu saja.
✨Wahai semesta..,
Aku tidak khawatir akan dua manusia itu karna ia masih bisa bernafas dengan baik dan hidup tenang. Namun aku khawatir akan satu manusia itu, jika aku dia maka jiwa dan ragaku mungkin akan mati rasa suatu harinya. Ketika mengetahui realita kerumitan yang pernah terjadi di hidupnya. Semoga ia kuat untuk melawannya nanti dan bisa menerima walau sulit.
Dan berubah ternyata bukan hal konkrit semudah meneguk segelas air. Realitanya perilaku seseorang tidaklah semudah itu. Kuharap semesta membuka kalbu dua makhluk asing ini agar tersadar dari kesenangan dunia.
✨Semua berawal dari cinta..,
Aku paham betul kita tak pernah bisa lepas dari perasaan ingin memiliki. Atau bahkan satu-satunya bagian penting. Mungkin itu adalah perubahan mutlak ketika jatuh cinta.
Aku tak pernah menyalahkan maupun mengklaim perihal perasaan seseorang. Sebab, manusia memang sudah dirancang dengan kapasitas untuk saling melengkapi. Di sini aku hanya ingin memberi perhatian. Jika terlalu mencintai seseorang itu merepotkan.
✨Mengapa?
" Mencintaimu mengalihkan duniaku". Ungakapan semacam itu seperti sambaran petir di siang bolong. Seperti memanah dengan panah yang tidak meleset, tepat sasaran. Segala hal akan rabun tak terlihat, tersembunyi, dan membuat hati tertutup.
Bolehkah aku berpesan bahwa tindakan apapun jika berlebihan tidaklah baik. Maka cintailah seseorang sewajarnya, jangan terlalu banyak bukan berarti sedikit. Namun tempatkanlah pada porsinya masing-masing.
💭Langit.. suatu saat aku yakin dua makhluk asing ini akan menyadari dan menyesali betapa bodohnya masa remajanya. Tapi aku tak bisa menuduh seseorang lebih banyak. Kuharap apa yang terjadi pada masa itu tak akan pernah terjadi lagi di fase kehidupan bagi yang membaca ini;D.
Depok, 28-29 Februari 2020
Tertanda:
🌼erlinda
Setiap anak terlahir di muka bumi ingin mendapatkan Ayah-Ibu yang mampu menyayanginya dan mengasihinya sepenuh hati (termasuk aku atau kalian).
Namun, bagaimana bila ia tak pernah ada menyinari hari-hari itu dalam hidupmu?
Kisah ini membentur di keningku, berhari-hari tumpah ruah air mataku. Ini bukan aku, tapi ada di dekatku atau di depan kalian. Entahlah, mengapa tangis tidak berhenti melawan ego?.
Hari itu begitu abu-abu setiap detiknya, aku hanya bisa menatap samar. Memandang sekeliling dengan isak yang berirama sendu.
Terluka. Sebagai seorang anak bukankah sudah selayaknya cinta itu hak miliknya?. Namun bagaimana jika saat ia membuka mata pertama kali, dua manusia yang selayaknya ada bagai dua makhluk asing.
Dua manusia ini yang aku anggap percuma ketika ia menangis walau sampai sesegukan sekalipun. Tak ada yang ingin berpihak kepadanya bahkan orang tuanya. Dan kisah ini bermetamorfosis di kalbuku pada 2 tahun lalu.
Dukanya memang perih dan pedih, aku tau tak akan ada orang tua yang mau gagal mendidik anak-anaknya. Sampai begitulah satu manusia terbuang karena keegoisan dua manusia.
Bukan letak kesalahan siapa?, tapi seharusnya menerima. Masalah runyam karena tak ada yang mau menerima kenyataan ini. Harus aku akui peran orang tua amat berat sepanjang hidup. Lalu pantaskah ia membiarkan satu manusia tidak berdosa terbuang begitu saja.
✨Wahai semesta..,
Aku tidak khawatir akan dua manusia itu karna ia masih bisa bernafas dengan baik dan hidup tenang. Namun aku khawatir akan satu manusia itu, jika aku dia maka jiwa dan ragaku mungkin akan mati rasa suatu harinya. Ketika mengetahui realita kerumitan yang pernah terjadi di hidupnya. Semoga ia kuat untuk melawannya nanti dan bisa menerima walau sulit.
Dan berubah ternyata bukan hal konkrit semudah meneguk segelas air. Realitanya perilaku seseorang tidaklah semudah itu. Kuharap semesta membuka kalbu dua makhluk asing ini agar tersadar dari kesenangan dunia.
✨Semua berawal dari cinta..,
Aku paham betul kita tak pernah bisa lepas dari perasaan ingin memiliki. Atau bahkan satu-satunya bagian penting. Mungkin itu adalah perubahan mutlak ketika jatuh cinta.
Aku tak pernah menyalahkan maupun mengklaim perihal perasaan seseorang. Sebab, manusia memang sudah dirancang dengan kapasitas untuk saling melengkapi. Di sini aku hanya ingin memberi perhatian. Jika terlalu mencintai seseorang itu merepotkan.
✨Mengapa?
" Mencintaimu mengalihkan duniaku". Ungakapan semacam itu seperti sambaran petir di siang bolong. Seperti memanah dengan panah yang tidak meleset, tepat sasaran. Segala hal akan rabun tak terlihat, tersembunyi, dan membuat hati tertutup.
Bolehkah aku berpesan bahwa tindakan apapun jika berlebihan tidaklah baik. Maka cintailah seseorang sewajarnya, jangan terlalu banyak bukan berarti sedikit. Namun tempatkanlah pada porsinya masing-masing.
💭Langit.. suatu saat aku yakin dua makhluk asing ini akan menyadari dan menyesali betapa bodohnya masa remajanya. Tapi aku tak bisa menuduh seseorang lebih banyak. Kuharap apa yang terjadi pada masa itu tak akan pernah terjadi lagi di fase kehidupan bagi yang membaca ini;D.
Depok, 28-29 Februari 2020
Tertanda:
🌼erlinda
Komentar
Posting Komentar