Tell me, please!

Mulai 22:11


Bola mataku masih khitmat merasakan kepedihan, beberapa kali membuka dan menutup. Semesta ada bagian dari proses yang selalu berdebar. Seseorang berkata "Jangan tulis apapun jika orang lain akan mengetahuinya". Tetapi, bukankah duka perlu dibagi?. 

Semesta aku tertawa dan tersenyum dengan girang sampai kupu-kupu berkeliaran diperutku. Namun, pikiranku berkelana entah dimana. Aku tidak bisa mempercayai siapapun. 

Hidup tidak mempercayai siapapun untuk bercerita adalah pilihan terberat dalam hidup makhluk sosial. 

Bersama temaram, bintang, aku bermelodi dengan semangat. Sering kali, sendiri jadi bagian menenangkan sepanjang masa.

Sikap ini terjadi begitu saja, aku merasa nyaman dan terlindungi. Jikalau malaikat berhati mulia melihat duniaku, mungkin akan menegur. 

Maaf semesta, sementara waktu biarkan aku marah kepada banyak orang berkhianat. Biarkan aku membencinya, biarkan aku mengutuknya, biarkan keluh ini habis dan tak tersisa. 

Mereka yang tidak punya hati itu, mereka yang merasa tidak bersalah itu, mereka yang membuat aku muak akan dunia. 

Termasuk masa lampau dan masa kini. Mereka semua adalah orang-orang yang pernah aku cinta dengan amat dalam. Lalu kemudian, meruntuhkan segala harap dan rasa percaya.

Tell me, please oh God! 

Mengapa demikian aku ?

Kecewa, termasuk "Kamu"..
Seseorang yang selalu aku utamakan dibanding diriku sendiri. Tetapi, seuntas kata maaf pun tak terlontar di hari itu.

Marah, percuma. Sediam apapun aku, kamu akan tetap layaknya mayat hidup. Merasa semuanya telah terlewati dan baik-baik saja.

Saat ini, aku hanya ingin kamu bersikap tidak peduli denganku. Layaknya orang yang tidak pernah saling kenal.

Entah sampai kapan, aku belum bisa memaafkannya. Berbicara sedikit bukan berarti semuanya berjalan baik.


Selesai 22:44


Komentar

Postingan Populer