My Poem Anomali
Anomali
Aku menemukanmu di sudut-sudut taman kota yang rindang.
Senyum menawan dengan temuan aneh bergerak merangkak.
Entah mengapa detak terasa bersahut, memacu riang.
Dalam kejapan aku mulai memasuki dimensi baru.
Engkau berani membuatku tertawa, tanpa sadar ragaku melaju.
Andaikan waktu tetap berlaku seperti itu.
Ingin ku raih jemari kokohmu berdampingan bersama jemariku.
Tapi tampaknya aku salah bergurau, kau tetap saja diam.
Diam untuk mengetahui rasaku.
Jakarta, 24 Juni 2019
Tertanda:
🌼erlinda
Komentar
Posting Komentar