Coincident Happened Cause A Reason,,
๐ Kebetulan terjadi karena suatu alasan
Pernah berhenti dipersimpangan jalan, tapi tidak tahu sedang apa?. Itu mungkin yang sedang aku lakukan sejak tiga tahun lalu. Persimpangan yang membuat banyak orang bertanya.
Meskipun sedikit aneh, ini nyata aku rasakan. Percaya pada teori kebetulan?. Bahwa semua yang terjadi tidak ada yang kebetulan didunia ini adalah betul.
Cerita ini muncul saat aku merasakan setiap letak kejadian. Skema dan pola kasat yang sebenarnya aku anggap biasa. Namun, setelah aku lalui babak waktu yang terlewati. Sepintas semua ini terlihat bukan kebetulan. Ada makna tersirat, walau sampai saat ini aku belum memahaminya.
Tuhan seperti sedang menerapkan kesabaran padaku lewat teori kebetulan. Entah mengapa ditengah keanehannya, semesta justru membalik posisi itu padaku. Di saat orang lain memandangnya buruk, di saat itu pula semesta membuatku memandangnya baik.
Tatapannya tajam setajam pisau, tapi senyumnya melelehkan bumi. Segala kegiatan baiknya seperti rekaman memori yang terus berputar. Lagi, lagi mengapa aku harus melihatnya?. Sering aku teringat bagaimana kilas balik itu membuatku membeku.
Secara perlahan aku ingin menumpas teori kebetulan itu. Perlu diketahui bahwa aku bukan orang yang mudah percaya akan sesuatu hal yang tidak masuk akal. Termasuk tentang sosok itu. Seseorang yang enggan aku percaya bahwa segalanya telah mengukir.
Tentang keberadaannya menjadikan aku tidak percaya teori kebetulan. Yang aku percaya Tuhan sedang mengujiku. Membuat jiwaku berdegup tidak biasa saat memandang bayangnya.
Benarkah bahwa kebetulan terjadi karena suatu alasan?. Lantas apa alasannya aku sering melihat sosok asing itu.
Tanpa sadar aku sering memandangnya di balik dinding langit. Tidak peduli apa anggapan orang lain, lagi pula siapa yang tahu. Ini perasaanku bukan perasaan orang lain. Perkara jatuh ini mungkin terdengar aneh ditelingaku sendiri.
Sejak awal aku memang melihatnya beda. Berbeda dari yang lain, antara aku yang salah atau memang sosoknya itu.
Tapi satu hal yang membuat aku begitu percaya bahwa tidak ada yang namanya kebetulan di dunia ini. Saat semesta mengizinkan aku untuk melihatnya lebih lama disaat aku telah pergi ke tempat yang jauh untuk bisa melihatnya. Di saat aku sudah ikhlas jika ia hanya angan yang tertinggal di masa lalu.
Aku kadang ragu akan situasi ini, Apakah ini juga kebetulan?.
๐ฟSetiap serial kehidupan itu nyata, bukan hayalan seperti imajinasi kita. Boleh percaya atau tidak mengenai teori kebetulan ini. Bagiku kebetulan itu adalah sesuatu hal yang belum tentu betul.
Bekasi, 7 Agustus 2019
Tertanda:
๐ผ erlinda
Pernah berhenti dipersimpangan jalan, tapi tidak tahu sedang apa?. Itu mungkin yang sedang aku lakukan sejak tiga tahun lalu. Persimpangan yang membuat banyak orang bertanya.
Meskipun sedikit aneh, ini nyata aku rasakan. Percaya pada teori kebetulan?. Bahwa semua yang terjadi tidak ada yang kebetulan didunia ini adalah betul.
Cerita ini muncul saat aku merasakan setiap letak kejadian. Skema dan pola kasat yang sebenarnya aku anggap biasa. Namun, setelah aku lalui babak waktu yang terlewati. Sepintas semua ini terlihat bukan kebetulan. Ada makna tersirat, walau sampai saat ini aku belum memahaminya.
Tuhan seperti sedang menerapkan kesabaran padaku lewat teori kebetulan. Entah mengapa ditengah keanehannya, semesta justru membalik posisi itu padaku. Di saat orang lain memandangnya buruk, di saat itu pula semesta membuatku memandangnya baik.
Tatapannya tajam setajam pisau, tapi senyumnya melelehkan bumi. Segala kegiatan baiknya seperti rekaman memori yang terus berputar. Lagi, lagi mengapa aku harus melihatnya?. Sering aku teringat bagaimana kilas balik itu membuatku membeku.
Secara perlahan aku ingin menumpas teori kebetulan itu. Perlu diketahui bahwa aku bukan orang yang mudah percaya akan sesuatu hal yang tidak masuk akal. Termasuk tentang sosok itu. Seseorang yang enggan aku percaya bahwa segalanya telah mengukir.
Tentang keberadaannya menjadikan aku tidak percaya teori kebetulan. Yang aku percaya Tuhan sedang mengujiku. Membuat jiwaku berdegup tidak biasa saat memandang bayangnya.
Benarkah bahwa kebetulan terjadi karena suatu alasan?. Lantas apa alasannya aku sering melihat sosok asing itu.
Tanpa sadar aku sering memandangnya di balik dinding langit. Tidak peduli apa anggapan orang lain, lagi pula siapa yang tahu. Ini perasaanku bukan perasaan orang lain. Perkara jatuh ini mungkin terdengar aneh ditelingaku sendiri.
Sejak awal aku memang melihatnya beda. Berbeda dari yang lain, antara aku yang salah atau memang sosoknya itu.
Tapi satu hal yang membuat aku begitu percaya bahwa tidak ada yang namanya kebetulan di dunia ini. Saat semesta mengizinkan aku untuk melihatnya lebih lama disaat aku telah pergi ke tempat yang jauh untuk bisa melihatnya. Di saat aku sudah ikhlas jika ia hanya angan yang tertinggal di masa lalu.
Aku kadang ragu akan situasi ini, Apakah ini juga kebetulan?.
๐ฟSetiap serial kehidupan itu nyata, bukan hayalan seperti imajinasi kita. Boleh percaya atau tidak mengenai teori kebetulan ini. Bagiku kebetulan itu adalah sesuatu hal yang belum tentu betul.
Bekasi, 7 Agustus 2019
Tertanda:
๐ผ erlinda
Komentar
Posting Komentar