My Poem Sepercik Tinta Dalam Puisi

Sepercik Tinta Dalam Puisi

Mengawali malam berat ini, aku ingin menulis pesan singkat pada semesta.
Pesan untuk dawai yang bergesek-gesek dengan lantang karna kamu tak bisa ku genggam di tangan.
Percuma adalah konotasi klasik yang sering ku dengar, tapi meski demikian aku tetap berpaku teguh pendirian.

Terkesan sia-sia aku malah berusaha setia, pada satu manusia dengan rasa di jiwa.
Banyak orang bingung melihat, memang siapa peduli mereka aku hanya ingin kamu.
Percaya atau tidak aku jadi patah berulah, sebab kenyataan kamu sekarang bersama dirinya.
Aku paham, mengapa detak mampu memberikan kabar buruk ini.
Menjadikan sang putri sedih dan terpuruk sendiri tanpa tepukkan hangatmu.

Hingga laut amatlah terusik mengumpan balik ombak yang datang menerpa.
Aku tersenyum dalam bait-bait deruan malam ini, sedikit biasa bagi orang.
Namun bagiku, tentangmu akan selalu menjadi bagian luar biasa dalam hidup.


 Tertanda:
🌼erlinda

Komentar

Postingan Populer