Sahabat Baru Putri
Namanya Rachel
Anggraini Putri, perempuan dengan wajah manis berlesung pipi dan kulit kuning
langsat menambah kesan gadis asia ini. Gadis berusia 15 tahun ini. Selain
cantik, ia juga gadis yang baik hati karena baginya orang baik akan dikelilingi
kebaikan pula. Tapi bukankah Tuhan adil bahwa hidup adalah proses, bukan hanya
tentang kebahagian saja sedih juga turut menyertai.
“Seseorang yang telah pergi
selalu terasa lebih berharga, andai waktu berputar balik ” ujarnya membuat
sosok manusia yang di sebelahnya mengerutkan kening.
“Apa kamu pernah begitu menyayangi seseorang?”
ucapnya lagi sambil menengok ke arah lawan bicaranya.
“Putri..pertanyaanmu aneh sekali
sudah cukup aku tidak ingin kamu mengajukan pertannyaan aneh macam itu“ jawaban
laki-laki itu membuat si empunya tersenyum.
Di bawah
langit sore ia termenengung bersamaan sahabat barunya yang bernama Qatar. Sejak
kepindahannya dari ibukota dan akhirnya memilih meninggalkan kota dengan sejuta
kesibukan itu. Ia kini sedang berada di Kota Sukabumi, memilih kota ini untuk
menyembuhkan luka atas duka yang pernah terbit.
“Qatar, pernah tidak ?“ tanya
Putri tanpa melihat Qatar, nampaknya ombak sore lebih menarik dibanding objek
disebelahnya.
“Belum, kecuali ayah dan ibu” ucap
Qatar.
"Berarti akan" ujar
Putri sembari tertawa kecil.
Semilir angin
menerpa wajah cantik Putri dengan setitik ingatan tentang perasaan yang telah
lama ia kubur dalam-dalam.
“Ayo kita pulang Qatar, aku sudah bosan di
sini” Putri berjalan tergesa-gesa.
Dan
Qatar bingung apa yang sedang terjadi pada Putri biasanya harus ia terlebih
dahulu yang mengajaknya pulang baru Putri mau pulang. Tapi hari itu berbeda,
Putri entah mengapa malah berlari-lari kecil.
Dengan
beberapa detik terdiam Qatar sadar dari lamunannya. Ia segera bangun dari
posisi duduknya dan berlari menyusul Putri.
“PUTRIII...TUNGGU AKU” teriakan
Qatar mampu membuat Putri menoleh kebelakang.
Putri
menunggui Qatar lalu berjalan berdampingan.
“Sesuatu buruk terjadi padamu
Putri?” tanya Qatar penuh penasaran dalam hatinya.
“Aku hanya mengingat seseorang”
jawab Putri singkat.
“Apa kamu ingin bercerita kepadaku
tidak perlu sungkan, aku kan sekarang sahabatmu bukan seperti pertama kali aku
menawarkan untuk menjadi temanmu” Qatar berujar dengan kalimat yang lumayan
panjang, mungkin untuk menyakinkan Putri bahwa ia adalah sahabat yang baik.
Sambil berpikir sejenak akhirnya Putri
memutuskan untuk bercerita kepada Qatar.
“Hmm..baiklah, kalau kamu memang
mau tahu lagi pula sekarang kamu adalah sahabatku. Syaratnya jangan berbicara
apapun saat aku sedang bercerita nanti” ujar Putri tegas di kalimat kedua.
“SIAP.., terima persyaratan”
jawab Qatar lantang.
Di pinggir
pesisir pantai sore itu segala ingatan tentang sosok yang pernah ada dalam
sanubarinya ia ceritakan pada Qatar suatu alasan mengapa ia begitu menyukai
pantai dan senja. Kemudian, memilih Kota Sukabumi untuk menikmati kesedihannya
meski Putri tahu meratapi bukanlah hal yang baik.
Putri mulai bercerita ...
Hari itu ia
ingin setidaknya Tuhan memberi sedikit waktu, tapi kejadian tragis memukul
telak penyelasan dipundaknya.
“Atha sosok laki-laki yang selau
menjaga dan melindungiku. Memberi cinta tanpa meminta untuk diberi. Cinta yang
hanya ingin ia tunjukan tanpa memaksa untuk dibalas” Ucap Putri, baru kalimat
pertama yang ia ucapkan tapi sesuatu menampar rongga dadanya.
Qatar memandang mata bulat itu mencari-cari
kekuatan, seperti berusaha untuk menceritakan sosok yang sedang Putri
ceritakan. Tapi Qatar diam saja ia tidak ingin menanggapi tentang laki-laki
yang mungkin pernah mengisi hari-hari Putri. Qatar hanya mendengarkan dan
mencerna cerita Putri.
“Segala tentangnya selalu
membuatku membisu, menjadikanku wanita paling bahagia saat bersamanya. Bukan
tentang malam yang gelap lalu terang karena rembulan dan bintang. Sebab,
dirinya yang menemaniku” perasaan itu muncul dalam diri Putri berulang kali,
rasa senang saat bersama Atha.
Atha
pernah bercerita tentang kisah bintang
altair dan bintang vega.
“Tuan Putri...tahu kisah bintang
altair dan bintang vega?". tanya Atha dengan senyum manisnya.
“Tidak,,” ujar putri sembari
geleng-geleng kepala.
“Konon katanya dahulu ada
sepasang bintang bernama Vega dan Altair yang dipisahkan oleh sungai Milky Way.
Mereka hanya diizinkan bertemu sekali dalam setahun. Tepat di tanggal tujuh
bulan ketujuh. Maka, setiap tahunnya salah satu bintang akan menyebrangi sungai
Milky Way dan mereka akhirnya akan berada di sisi yang sama” Ucap Atha dengan
suara seperti pendongeng.
“Mengapa mereka hanya bertemu
setahun sekali?” ucap putri penasaran.
"Karena mereka lalai,
terlalu mencintai sehingga Altair ataupun Vega meninggalkan pekerjaan mereka
dan hal tersebut membuat raja langit marah” Jawab Atha jelas.
“hmm gitu ya..intinya kita tidak
boleh berlebihan dalam menyukai sesuatu” ujar Putri.
“Begitulah” jawab Atha.
Putri menyelesaikan ceritanya.
“Jadi gitu ceritanya, salah satu
cerita yang aku sukai”. ujarnya penuh semangat.
“Tapi 1 tahun yang lalu Atha di
panggil oleh Tuhan karena sebuah kecelakaan. Kamu tahu Qatar, bagiku dia adalah
sosok sahabat, pelindung dan penghibur yang luar biasa. Ketika dunia seolah
mempermainkanku ia hadir dengan senyuman” Air mata Putri luruh seketika.
“Kamu tidak perlu khawatir Putri,
aku akan menggantikan Atha sebagai sahabatmu. Memberi tanpa berharap diberi”.
Ujar Qatar menepuk-nepuk bahu Putri disertai senyuman.
“Terima kasih, Qatar” ujar Putri
disertai senyuman.
Di hari itu
beban kesedihan Putri akan Atha terobati, Putri paham Tuhan punya rencana lain
di balik kepergian sahabatnya Atha yang di gantikan dengan Qatar. Walau
keduanya dua sosok yang berbeda.
🌼erlinda
*~Februari 2019~*
Komentar
Posting Komentar