My Poem Serumpun Rindu yang Terlelap

Serumpun Rindu yang Terlelap

Waktu mampu mengumpan usangmu, 
Menjadi terlihat berbeda dengan cara unik,
Seandainya laun tak menghentikan lajuku,
Ingin aku mengatakan bahwa amarahmu seperti guyonan renyah di telingaku,
Terbiasa bersua kini kita hanya bisa menerpa rindu lewat angin,
Mengirim gemuruh lewat ombak tanpa ungkapan jelas dilisan,
Perihal jarak itu, aku memang belum siap menguasai arah,
Di saat letak hampa kau jadikan suguhan nyata bagiku,
Namun ketahuilah pesan singkat pemberianmu adalah suapan syahdu untukku,
Tidak peduli berapa banyak air mataku mengurai percuma karenamu,
Tidak peduli seberapa banyak kata nyusahin keluar dari mulutmu,
Tidak peduli seberapa banyak kata cengeng mengusik jiwaku,
Tidak peduli seberapa banyak amarahmu berkobar bersahut,
Semua keburukan itu tak'kan sebanding dengan segala rasa sayangmu,
Bagiku kamu adalah lelaki kedua dimuka bumi yang mencintaiku dengan tulus,
Dan kamu lelaki kedua di bumi yang saat ini aku cintai, 
Cinta bukan karena tindakan manis, tapi arti kasih dengan langkah berbeda milikmu.

Depok, 26 Agustus 2019

 Tertanda:
🌼 erlinda

For: My Brother

Komentar

Postingan Populer